Selasa, 26 Agustus 2014

Dream


       Ketika kita melihat puncak gunung semeru, itu sangat tinggi, bahkan kita tidak yakin untuk mendakinya, namun setelah kita mencoba mendaki dan mendaki puncak itu sudah tidak terlihat tinggi lagi dan kita yakin pasti dapat sampai di puncakknya, namun masalah belum selesai, setelah kita merasa puncak itu semakin dekat dan kita sudah yakin akan menggapainya ternyata di dalam perjalanan keyekinan itu memudar tergerus oleh pasir-pasir di lereng semeru tersapu oleh desir angin dan tersendat oleh debu-debu halus yang menusuk hidung, padahal puncak tinggal sejengkal jari di depan mata kita, kita berhenti dan menyerah duduk di Ats batu dan menikmati alam seadanya di lereng gunung semeru yang keidahannya 1/100 puncaknya.

       Ketika kita mempunyai mimpi yang tinggi. Serasa mimpi itu tidak mungkin kita capa, namun kalau kita selalu action untuk menggapainya mimpi itu terasa semakin dekat yaa…walaupun masih jauh juga) dan yakin untuk menggapainya, namun masalahnya keyakinan itu semakin lama akan tergerus oleh hina-hinaaan orang, tersapu oleh ganasnya kehidupan, tersendat oleh hasutan. Dan akhirnya kita menurunkan standar mimpi kita. Banyak orang gagal, karena berhenti tidak pada waktunya, lebih menurunkan pada standar mimpinya dari pada menaikan usahanya.

Lebih puas dengan pandangan lereng gunung dari pada puncak yang harus di capai denga usaha ekstra.Orang gagal adalah orang yang berhenti berusaha pada waktunya..


0 komentar: