Ketika kita
melihat puncak gunung semeru, itu sangat tinggi, bahkan kita tidak yakin untuk
mendakinya, namun setelah kita mencoba mendaki dan mendaki puncak itu sudah
tidak terlihat tinggi lagi dan kita yakin pasti dapat sampai di puncakknya,
namun masalah belum selesai, setelah kita merasa puncak itu semakin dekat dan
kita sudah yakin akan menggapainya ternyata di dalam perjalanan keyekinan itu
memudar tergerus oleh pasir-pasir di lereng semeru tersapu oleh desir angin dan
tersendat oleh debu-debu halus yang menusuk hidung, padahal puncak tinggal
sejengkal jari di depan mata kita, kita berhenti dan menyerah duduk di Ats
batu dan menikmati alam seadanya di lereng gunung semeru yang keidahannya 1/100
puncaknya.
Ketika kita
mempunyai mimpi yang tinggi. Serasa mimpi itu tidak mungkin kita capa, namun
kalau kita selalu action untuk menggapainya mimpi itu terasa semakin dekat yaa…walaupun
masih jauh juga) dan yakin untuk menggapainya, namun masalahnya keyakinan itu
semakin lama akan tergerus oleh hina-hinaaan orang, tersapu oleh ganasnya
kehidupan, tersendat oleh hasutan. Dan akhirnya kita menurunkan standar mimpi
kita. Banyak orang gagal, karena berhenti tidak pada waktunya, lebih menurunkan
pada standar mimpinya dari pada menaikan usahanya.
Lebih puas
dengan pandangan lereng gunung dari pada puncak yang harus di capai denga usaha
ekstra.Orang gagal adalah orang yang berhenti berusaha pada waktunya..

0 komentar:
Posting Komentar