Taman Wisata Hutan Mangrove di Taman Wisata Alam Pantai Indah Kapuk (PIK)

Selalu ada....tawa riang dan kesedihan Menemani hidup di berbagai ruang Tapi inilah kehidupan kadang kita terbuai hanya dalam angan-angan Kadang kita tak siap dan mengharapnya menghilang.Tapi kita harus selalu yakin..Kesedihan juga yang mengajarkan Bagai mana kita merasa Bahagia .

Pondok Pesantren Darut Tauhid (Bandung)

Jangan berhenti berharap karena Allah lebih tahu saat yang tepat mengabulkan permintaanmu

Masjid Darut Tauhid (Bandung)

Hidup ini bagai perjalanan setiap hari semakin dekat dengan akhir perjalanan ini

Selasa, 26 Agustus 2014

Dream


       Ketika kita melihat puncak gunung semeru, itu sangat tinggi, bahkan kita tidak yakin untuk mendakinya, namun setelah kita mencoba mendaki dan mendaki puncak itu sudah tidak terlihat tinggi lagi dan kita yakin pasti dapat sampai di puncakknya, namun masalah belum selesai, setelah kita merasa puncak itu semakin dekat dan kita sudah yakin akan menggapainya ternyata di dalam perjalanan keyekinan itu memudar tergerus oleh pasir-pasir di lereng semeru tersapu oleh desir angin dan tersendat oleh debu-debu halus yang menusuk hidung, padahal puncak tinggal sejengkal jari di depan mata kita, kita berhenti dan menyerah duduk di Ats batu dan menikmati alam seadanya di lereng gunung semeru yang keidahannya 1/100 puncaknya.
       Ketika kita mempunyai mimpi yang tinggi. Serasa mimpi itu tidak mungkin kita capa, namun kalau kita selalu action untuk menggapainya mimpi itu terasa semakin dekat yaa…walaupun masih jauh juga) dan yakin untuk menggapainya, namun masalahnya keyakinan itu semakin lama akan tergerus oleh hina-hinaaan orang, tersapu oleh ganasnya kehidupan, tersendat oleh hasutan. Dan akhirnya kita menurunkan standar mimpi kita. Banyak orang gagal, karena berhenti tidak pada waktunya, lebih menurunkan pada standar mimpinya dari pada menaikan usahanya.

Lebih puas dengan pandangan lereng gunung dari pada puncak yang harus di capai denga usaha ekstra.Orang gagal adalah orang yang berhenti berusaha pada waktunya..


Sungguh Heran Dengan Perilakumu


Sungguh heran dengan perilakumu
Sungguh heran…
Ada yang tidak mau sholat …
Padahal iblis dikeluarkan dari surga karena tidak mau suju 1x
Karena kesombongannya…
Lantas bagaimana dengan orang yang tidak mau sujud 34x dalam sehari dengan sombongnya..
Sungguh heran..
Ada yang menutup mobilnya karena takut lecet dan berdebu..
Tapi membiarkan anak istrinya terbuka tanpa hijab..
Sungguh hera...
Ada  yang pergi pagi pulang malam untuk mengejar rizkinya…
Tapi tidak pernah datang ke rumah sang pemberi rizkinya…
Sungguh heran…
Dia tau bahwa dunia ini adalah jembatan menuju akherat…
Ketahuilah saudaraku..
Sungguh pasti engkau mati …
Setelah itu rumahmu bukan milikmu…
Hartamu menjadi milik ahlimu…
Istrimu akan di nikahi lelaki lain…
Dan mereka akan melupakanmu…
Kemudian  mereka masing-masing sibuk dengan kehidupannya…
Lantas engkau…
Apa yang sekarang terjadi denganmu..,??
Apa yang tersisa dari milikmu ??
Amalan apa yang telah engkau bawa menghadap Rabb-mu ??
Biar ku tebak…
Menyesal..!!!!!
Sekarang mengharap dimasukan ke surga…
Tanpa bekal..??
Sekarang berharap di lepaskan dari hizab dan azab tanpa amal ??
Bodoh…
Sungguh engkau telah terlambat…
Sungguh engkau tertipu…
Sungguh engkau telah binasa…
“..Ingatlah sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh tetapi mereka tidak tahu.”Al-Baqarah,13)
“…Yaitu orang-orang yang menjadikan agama sebagai main-main dan senda gurau…dan kehidupan dunia telah menipu mereka.
Makaka pada hari ‘kiamat’ ini, kami melupakan mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini.dan (sebagaimana) mereka telah mengingkari ayat-ayat kami”(Al-A’raf 51)


Lemparan Batu Kecil



          Seorang bangunan yang berada  di lantai 5 ingin memanggil pekerjanya yang lagi bekerja di bawah…
Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, sang pekerja tidak dapat mendengar karena focus pada pekerjaanya dan bisingnya alat bangunan.
Sang mandor terus berusaha agar sang pekerja mau menolah keatas, di lemparnya Rp 1.000- yang jatuh tepat sebelah pekerja, si pekerja hanya memungut Rp 1.000 tsb dan melanjutkan pekerjaanya.
Sang  mandor akhirnya melepar Rp 100.000  dan berharap si pekerja menengadah “sebentar saja” ke atas.
Akan tetapi sang pekerja hanya melompat kegirangan karana menemukan Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja.
Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala sang pekerja.
Merasa kesakitan akhirnya sang pekerja baru mau menoleh ke atas dapat berkomunikasi dengan sang mandor….
        Cerita tersebut di atas sama denga kehidupan kita, Allah ingin selalu ingin menyapa kita,akan tetapi kita selalu sibuk mengurangi “dunia” kita.
Kita di beri riazki sedikit ataupun banyak, sering sekali kita lupa untuk menengadah bersyukur kepadaNYA.
Bahkan sering kita tidak mau tau dari mana rejeki itu dating….
Bahkan kita selalu bilang ….
Kita lagi “HOK!” yang buruk lagi kita jadi takabur dengan rejeki milik Allah.
Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan “batu kecil” yang kita sebut musibah….!
Agar kita mau menoleh kepada NYA sebelum Allah melempar batu kecil….
SubhanAllah…
Yuk, Bagikan Artikel ini, semoga menjadi KEBAIKAN bagi  kita semua, Amin…